Pengertian pendidikan secara Luas Dalam arti luas, sepanjang hidup manusia adalah pendidikan, dan pendidikan adalah hidup (life is education, and education is life).Maksudnya bahwa pendidikan adalah segala pengalaman hidup (belajar) dalam berbagai lingkungan yang berlangsung sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi pertumbuhan atau perkembangan individu. Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989: 13) menyebutkan bahwa istilah pendidikan berasal dari kata didik yang mendapat awalan pen dan akhiran kan yang diartikan dengan proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaraan dan latihan”. Dalam Bahasa Inggris, istilah pendidikan disejajarkan dengan “education” (Echols, 1975: 207), sedangkan menurut Hung (1986: 133) bahwa “education adalah (1) Pemindahan pengetahuan atau nilai-nilai secara formal dan informal; (2) Sosialisasi sistemik terhadap generasi muda oleh orang dewasa” Pengertian yang lebih luas tertulis di dalam Dictionary of Education, (seperti yang dikutip di dalam buku program Akta IV, Buku II A, 1982: 19) bahwa pendidikan adalah: (a) Proses di mana seseorang mengembangkan kemampuan, sikap, dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya di dalam masyarakat di mana dia hidup; (b) Proses sosial di mana orang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khusus yang datang dari sekolah), sehingga dia dapat memperoleh atau mengalami perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimum. Pendapat ini di katakan oleh Sir Godfrey Thomson, bahwa pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap (permanen) di dalam kebiasaan-kebiasaan tingkah lakunya,pikirannya, dan sikapnya”. Pasal 1, ayat 1, undang-undang Republik Indonesia, Nomor 20 Tahun 2003, tentang Pendidikan Nasional, menyebutkan bahwa: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.